Cara Baru Menyelenggarakan Event dengan Virtual Event

Adanya pembatasan sosial akhir-akhir ini mempunyai pengaruh yang sangat besar pada event yang sudah direncanakan oleh brand. Guna menghindari adanya kerumunan, maka para marketer kerap kali mengadakan event tersebut ke dalam dunia digital yang biasa kita kenal dengan virtual event.

Mengadakan virtual event bisa dijadikan sebagai salah satu cara yang baik agar bisa tetap terhubung dengan para audiens ketika sedang dituntut untuk menerapkan aturan physical distancing. Selain itu, berbagai ilmu, informasi, dan juga hiburan yang diberikan juga tetap mampu membantu masyarakat untuk bisa melalui berbagai waktu sulitnya.

Inovasi teknologi untuk kemudahan pengelolaan event


Apa itu Virtual Event?

Jadi, virtual event adalah suatu bentuk event atau acara yang diadakan dengan menggunakan media internet atau dilakukan secara online, dimana saja, bahkan di seluruh negara sekalipun.

Ketidaadanya batasan di dalam dunia digital ini tentunya akan membuat kita bisa mengundang lebih banyak peserta dari luar negeri, karena mereka pun menjadi tidak perlu lagi melakukan perjalanan dalam menghadiri event.

Kelebihan Virtual event

Untuk saat ini, tingkat popularitas dari virtual event sudah semakin meningkat. Dilansir dari laman Forbes, tingkat penyelenggaraan virtual event pada tahun 2020 lalu meningkat hingga 1000% banyaknya. Itu artinya, virtual event memiliki kemungkinan untuk bisa menjadi bagian yang besar di masa depan. Kenapa bisa begitu? Karena virtual event memiliki berbagai kelebihan di bawah ini:

1. Mampu Meminimalisir Pengeluaran

Sebagian besar dari kita tentu sudah paham dan mengerti bahwa diperlukan dana hingga puluhan juta rupiah untuk bisa menyelenggarakan event yang sederhana. Belum lagi biaya transportasi, konsumsi, tempat acara, dan juga dekorasinya.

2. Meningkatkan Value Event

Apakah kualitas dari virtual event lebih rendah daripada event offline? Tentunya tidak. Kenapa Pertama, dana yang lebih efisien akan lebih memungkinkan Anda untuk fokus dalam menghadirkan keynote speaker yang ekslusif. Kualitas dari materi pun akan menjadi lebih menarik dan juga lebih terpercaya.

4. Cloud Meeting Memberikan Kebebasan yang Lebih Banyak

Tercatat 87% orang saat ini lebih memilih untuk menggunakan video conference daripada tiga tahun yang lalu. Terlebih lagi sejak pandemi COVID-19 berlangsung, persentase penggunaan aplikasi zoom meningkat hingga 67% banyaknya. Selain itu, virtual event juga mampu memberikan kebebasan yang lebih banyak.

5. Membangun Personalisasi dalam Marketing

Personalisasi atau hyper-personalization adalah salah satu teknik dalam dunia marketing yang lebih fokus pada sisi personal manusia dengan menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI). Salah satu usaha awal yang bisa digunakan untuk membangun hyper-personalization adalah dengan cara mengumpulkan data, dan virtual event bisa menjadi momen yang sangat tepat.

Lalu kenapa harus dari data? Data bukanlah hanya sekedar angka saja, namun juga mampu memberitahukan tingkah laku manusia. Dari data ini, perusahaan akan bisa lebih mudah dalam memberikan informasi produk, konten, dan juga layanan yang lebih relevan kepada para pelanggan.

Seperti misalnya dengan mengetahui data demografi para peserta virtual event, maka Anda bisa lebih mengetahui kelompok audiens mana saja yang lebih berminat dengan produk, materi ataupun layanan yang Anda berikan.

Sehingga, Anda akan lebih mudah lagi dalam membuat produk ataupun konten yang relevan untuk bisa menjaring konsumen potensial. Dilansir dari laman campaign monitor, hyper-personalization bahkan mampu meningkatkan sales hingga 20% banyaknya.

Memindahkan event dari dunia nyata ke virtual event memang bisa dijadikan solusi yang tepat untuk para marketers agar bisa menarik lebih banyak perhatian audiens, terutama di masa pandemi yang mobilitas sosialnya sangat dibatasi. Dengan menggunakan jenis virtual event yang tepat, maka brand bisa lebih secara efektif mendapatkan objek yang sudah mereka tentukan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama